Central Kalimantan Indonesia
Sugianto Sabran
Head of Plantation Agency
Provincial Secretary

terbentang dengan luasan 153.564 km2, Kalimantan Tengah merupakan provinsi terbesar ketiga di Indonesia dan memiliki 13 kecamatan dan 1 kota, 129 kecamatan, 136 kelurahan, 1.344 desa dan 67 Kademangan (Catatan: kelurahan dan desa pada dasarnya adalah dua tingkat pemerintahan daerah yang identik, bekas di kota-kota, yang terakhir digunakan di daerah pedesaan). Provinsi Kalimantan Tengah menjadi anggota penuh kelima di Indonesia GCF pada tahun 2010. Wilayah ini menempati area seluas 153.564 km dengan hanya 2,2 juta orang, menghasilkan kepadatan penduduk yang sangat rendah. Ibukota Provinsi adalah Palangkaraya. Ada 13 kabupaten pemerintah daerah dan 1500 desa dan kota. Secara keseluruhan 67% penduduknya tinggal di daerah pedesaan, dimana desa-desa cenderung didistribusikan di sepanjang 11 sungai besar yang mengalir dari pegunungan pusat ke Laut Jawa. Kelompok etnis terbesar adalah orang Dayak asli, namun ada sejumlah migran resmi dan ekonomi dari Jawa, Bali dan Sulawesi baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Kemiskinan tetap menjadi isu utama terutama di daerah pedesaan karena kesulitan dan biaya transportasi dan komunikasi dan dampaknya terhadap penyampaian layanan manusia dasar. Pendidikan dan pelayanan kesehatan di pedalaman miskin dan ini tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mereka.

Meskipun populasi rendah, Kalimantan Tengah telah mengalami kerusakan lingkungan yang serius dan meluas. Dari tahun 1996 sampai 1999, ini adalah pandangan dari apa yang disebut mega rice project yang berdampak pada satu juta hektar hutan rawa gambut yang dibuka dan 4000 km kanal dibangun. Warisan yang terus berlanjut dari periode ini adalah pengeringan gambut di musim kemarau yang menyebabkan emisi GRK tinggi melalui oksidasi dan melalui kebakaran musim kemarau tahunan. Kalimantan Tengah memiliki sekitar 3 juta hektar lahan gambut, setara dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Selatan. Luasnya dampak pembukaan hutan rawa untuk pertanian dan perkebunan dapat diapresiasi dari gambar hutan yang hanya menunjukkan 865.000 hektar hutan rawa yang tersisa dibandingkan dengan 1,4 juta hektar hutan sekunder dan 1,1 juta hektar lahan semak yang terdegradasi. . Dari daerah asli gambut, 80% terkena bahaya kebakaran musiman atau oksidasi. Pemulihan ekosistem gambut yang rusak merupakan prioritas utama Pemerintah Provinsi dan juga diidentifikasikan sebagai prioritas melalui Inpres.

Pengelolaan hutan yang tersisa di Kalimantan Tengah dapat dilanjutkan dengan diskusi dan perencanaan. 12,6 juta hektar tetap berada di dalam kawasan hutan nasional dengan 2,8 juta lagi untuk kategori penggunaan lahan lainnya. Negosiasi terus menguatkan zonasi lahan hutan, namun perubahan yang diajukan telah meningkatkan proporsi dalam kategori Hutan Lindung dimana perannya dalam peraturan hidrologi dan pengurangan emisi karbon tanah dianggap penting. Kalimantan Tengah telah menerapkan strategi pembangunan rendah karbon sesuai dengan kebijakan nasional. Pada tahun 2010, Kalimantan Tengah dipilih untuk menjadi provinsi percontohan untuk pengembangan REDD + setelah LOI antara Norwegia dan Indonesia. Pada tahun 2005 dibentuk kerangka kebijakan "hijau" yang berevolusi pada tahun 2010 menjadi visi Kalimantan Tengah sebagai "Provinsi Hijau dan Bersih". Provinsi ini merupakan lokasi Proyek Demonstrasi REDD + Hutan Karbon Australia-Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi emisi pada 135.000 hektar lahan gambut yang terdegradasi. Ini juga menjadi tuan rumah sejumlah proyek REDD + investasi swasta lainnya dan merupakan peserta proyek konservasi lintas batas Heart of Borneo.

Informasi tambahan dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Ringkasan

153,559km²
52.2%
-0.3%
2016 - 2017

Demografi

2.20 M
0.9%
Kategori% 
Pedesaan66.54
Urban33.46
Kelompok% 
Banjarese24.00
Other22.00
Javanese18.00
Ngaju18.00
Dayak10.00
Bakumpai8.00

Ekonomi

IDR126.20 T
IDR48.44 M
Kategori% 
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan28.50
Perdagangan, Hotel & Restoran20.80
Jasa13.40
Pertambangan & penggalian9.60
Transportasi & Komunikasi8.20
Industri pengolahan7.40
Konstruksi5.50
0.746
Oils and fats, timber and timber products, ore, steel and coal.

Status Hutan[a]

110,328km²
80,200km²
30,128km²
1,131M MtC
Kategorikm² 
Secondary Dryland Forests44,062
Shrubs31,424
Crops19,939
Secondary Swamp Forest18,019
Plantation17,315
Primary Dry Forest10,880
Gardens / Plantations1,924
Primary Swamp Forest396
Secondary Mangrove Forest247
Primary Mangrove Forest16
Savannah2
Kategorikm² 
Production Forest38,622
Limited Production Forest32,890
Conversion Production Forest25,210
Conservation Areas15,889
Protected forest13,198

Penyebab utama deforestasi adalah penanaman permanen berskala besar (terutama minyak sawit dan hutan tanaman industri) dan pertanian skala kecil. Kebakaran juga merupakan pendorong utama degradasi hutan di provinsi ini.

Notes

a.Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.

Sources

1.2014, Strategi Daerah REDD+ Kalimantan Tengah
2.BPS,Kalteng dalam angka 2014
3.BPS,Kalteng dalam angka 2012
4.link
5.BPS, 2016
6.http://kalteng.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/142
7.1973
8.Ministry of Environment and Forestry 2018