North Kalimantan Indonesia
Dr. H. Irianto Lambrie
Provincial Secretary of North Kalimantan
Head of Provincial Environment Agency

Pendirian melalui UU No. 20 tahun 2012 tanggal 16 November 2012, Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi termuda dan paling utara di Kalimantan, yang memiliki luas tanah 75.467,70 km2 dan populasi 666.333. Provinsi ini memiliki satu kota besar (Tarakan) dan dibagi menjadi empat kabupaten: Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Bulungan. Provinsi ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk 3,8% dan kepadatan penduduk 8,83 orang / km2 (BPS Katara, 2017). Ibu kota Provinsi Kalimantan Utara terletak di Tanjung Selor, di Kabupaten Bulungan.

Provinsi Kalimantan Utara terletak pada posisi antara 114ᵒ35'22 "- 118ᵒ03'00" Bujur Timur dan antara 1ᵒ21'36 "- 4ᵒ24'55" Lintang Utara. Secara administratif, provinsi Kalimantan Utara berbatasan dengan Utara oleh Malaysia (Sabah), ke timur oleh laut Sulawesi, ke selatan oleh provinsi Kalimantan Timur, dan barat oleh Malaysia (Sarawak).

Geographicall provinsi Kalimantan Utara secara strategis terletak di salah satu rute pelayaran utama Indonesia, yang menghubungkan dengan rute maritim ke Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura dan negara-negara Asia Pasifik lainnya. Lokasi strategis ini memberi peluang bagi provinsi untuk berkembang secara ekonomi melalui kegiatan ekspor-impor dengan negara-negara lain di kawasan ini.

Penggunaan lahan di Provinsi Kalimantan Utara didominasi oleh hutan, dengan luas 6,440,254 ha atau sekitar 90,06% dari total area. Area pertanian tersebar sekitar 1,55% atau 110.751 ha dari total area. Penggunaan lahan hutan negara mendominasi di seluruh distrik, tetapi sebagian besar berada di Kabupaten Malinau. Kondisi geografis provinsi, yang didominasi oleh pegunungan dan perbukitan dengan kemiringan yang curam, sebagian besar digunakan sebagai hutan lindung. Penggunaan lahan pemukiman hanya 19.090 Ha atau 0,27% dari total luas provinsi, dengan permukiman tertinggi di Kabupaten Nunukan.

Hutan memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi perlindungan, konservasi, dan fungsi produksi. Hutan negara diatur oleh pemerintah melalui UU no. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan berdasarkan tiga fungsi utama sebagai Hutan Lindung (HL), Hutan Konservasi (HK) yang dibagi menjadi Kawasan Konservasi Alam (KSA) dan Kawasan Konservasi Alam (KPA), dan Hutan Produksi yang dibagi menjadi Produksi Permanen Hutan), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi Konversi (HPK).

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Ringkasan

68,996km²
85.4%
-33.7%
2016 - 2017

Demografi

666,333
0.3%
Type% 
Rural69.20
Urban30.80
Group% 
Javanese35.00
Bugis23.00
Dayak17.00
Banjarese14.00
Kutai9.00
Other2.00

Ekonomi

IDR77.04 T
IDR115.62 M
Type% 
Trade, Hotel & Restaurant27.00
Transport & Communication13.40
Construction13.20
Agriculture, Livestock, Forestry & Fisheries12.20
Mining & Quarrying11.59
Processing Industry11.40
Services11.21
0.747
Penambangan, barang-barang manufaktur, dan komoditas

Status Hutan[a]

65,935km²
58,900km²
7,035km²
873M MtC
Typekm² 
Primary Dry Forest40,466
Secondary Dryland Forests16,466
Secondary Swamp Forest2,627
Agriculture Dry land mixed2,260
Shrubs1,893
Secondary Mangrove Forest1,579
Tambak1,335
Rice fields171
Plantation98
Swamp74
Settlement51
Primary Swamp Forest13
Typekm² 
Limited Production Forest22,726
Non-Forest Area - Others13,639
Protected forest10,652
Production Forest10,512
Convertible production forest535

Ada keragaman penyebab deforestasi di Kalimantan Utara, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Deforestasi secara luas disebabkan oleh konversi lahan baik untuk permukiman atau perkebunan. Seringkali pembukaan lahan berhutan terkait dengan pengembangan industri perkebunan, penambangan, pertanian tradisional oleh masyarakat, dll. Berdasarkan penelitian (Cifor, The 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit Live 2016) penyebab utama deforestasi adalah pengembangan industri perkebunan dan kebakaran hutan dan lahan.

Notes

a.Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.

Sources

1.BPS 2017
2.1973
3.Ministry of Environment and Forestry 2018
4.Draft RPJMD Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2021
5.Draft RPJMD Provinsi Kalimantan Utara 2016-2021
6.Cifor, The 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit Live 2016