West Kalimantan Indonesia
Drs. Cornelis MH

Provinsi Kalimantan Barat mencakup area seluas 147.000 km dan merupakan rumah bagi 4,25 juta orang, termasuk sekitar 3,5 juta orang yang tinggal di daerah pedalaman pedesaannya. Provinsi ini memiliki sejumlah sungai besar, yang terbesar adalah Kapuas yang mengalir dari lahan basah pedalaman Danau Santarum yang spektakuler di wilayah keanekaragaman hayati dikenal sebagai Heart of Borneo. Karena letaknya yang strategis di Asia Tenggara, ibu kota tua Pontianak tumbuh sebagai kota pelabuhan dan juga permukiman lainnya di sepanjang Sungai Kapuas mengandung komunitas perdagangan dari berbagai latar belakang etnis dalam matriks budaya yang didominasi oleh orang Dayak asli yang membentuk 35% dari populasi. Kemiskinan adalah masalah yang signifikan dengan IPM di bawah rata-rata nasional dan pendapatan rata-rata di seluruh Provinsi hanya sebesar USD 627 per tahun.

Pada tahun 2008, PDB untuk Provinsi adalah USD 2,9 juta yang berasal terutama dari industri primer. Sektor kehutanan menyumbang sekitar setengah dari PDB dengan USD1.35 juta lebih lanjut dari sektor pertanian, yang mencerminkan investasi yang kuat pada perkebunan terutama kelapa sawit. Gambut tropis dataran rendah mencakup area seluas 1,7 juta ha dan Konversi lahan hutan pada gambut ke perkebunan dan perkembangbiakan api melalui musim kemarau merupakan faktor historis yang signifikan dalam tingginya tingkat emisi gas rumah kaca dari Provinsi.

Kawasan hutan nasional terdiri dari area seluas sekitar 90.000 km2 yang separuh di antaranya dikategorikan sebagai hutan produksi permanen. Hanya 5000 km2 hutan produksi yang ditetapkan untuk konversi tetap membuktikan perluasan perkebunan yang cepat di Provinsi. 23.000 km2 dikategorikan untuk perlindungan dan 14.500 km2 untuk tujuan konservasi di dalam jaringan taman nasional, cagar alam dan suaka margasatwa. Perkiraan stok karbon yang tersisa di hutan ini adalah 1.600 Giga Ton CO2e, lebih dari setengahnya disita di Hutan Produksi. Emisi karbon dioksida masa depan kemungkinan akan terjadi akibat pembakaran tanah gambut yang telah dikonversi dan degradasi hutan.

Kalimantan Barat telah menjadi anggota GCF sejak didirikan dan telah membentuk Kelompok Kerja REDD di bawah wewenang Gubernur. Pada tahap ini, Propinsi belum memberlakukan undang-undang khusus untuk memfasilitasi REDD dan program perubahan iklim lainnya namun berjalan sesuai dengan undang-undang dan kebijakan nasional yang terkait dengan pengurangan emisi karbon. Provinsi ini menampung beberapa proyek REDD termasuk penilaian tingkat karbon di tingkat desa di Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu, restorasi Ekosistem di atas 90.000 ha di Sungai Putri dan Danau Siawan Belidak bekerja sama dengan FFI. Ada juga proyek REDD FFI / Macquarie Bank dan kegiatan demonstrasi yang didukung oleh Pemerintah Jerman (Kfw-FORCLIM). USAID juga baru saja memulai kegiatan melalui program IFAD di Ketapang. Seperti di tempat lain di provinsi anggota, masih ada kerjasama kerja sama dan kerjasama yang erat antara pemerintah provinsi dan proyek REDD ini.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF .

Ringkasan

146,807km²
41.9%
+30.3%
2016 - 2017

Demografi

4.48 M
1.9%
Type% 
Rural83.10
Urban16.90
Group% 
Dayak33.75
Malay33.75
Chinese10.01
Javanese9.41
Other8.58
Bugis3.29
Sundanese1.21

Ekonomi

IDR177.50 T
IDR36.01 M
Type% 
Agriculture, Livestock, Forestry & Fisheries25.05
Trade, Hotel & Restaurant22.57
Processing Industry17.97
Construction9.97
Services9.70
Transport & Communication7.40
Mining & Quarrying2.04
69.530
Rubber and rubber goods, coal and ore, timber and timber products

Status Hutan[a]

70,983km²
61,500km²
9,483km²
873M MtC
Typekm² 
Dryland Forest45,925
Primary Swamp Forest13,560
Mangrove forest1,224
Water body89
Swamp60
Typekm² 
Natural Forest23,109
Limited Production Forest21,324
Ordinary Production Forest21,274
Forest National Park12,442
Conversion Production Forest1,972
Nature Reserve1,909
Forest of Nature Reserve1,538
Nature Tourism Forest313

1 - Kebakaran
2 - Penebangan liar dan konversi lahan hutan
3 - Kliring untuk perkebunan kelapa sawit

Notes

a.Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.

Sources

1.Kalbar dalam Angka, hal.82 (BPS, 2012)
2.BPS 2016
3.Kalbar dalam Angka, hal.397 (BPS, 2012)
4.Kalbar dalam Angka, hal.429 (BPS, 2012)
5.Berita Resmi Statistik Provinsi Kalbar 07/02/61/Th. XV, 1 Februari 2012, hal.1 (BPS, 2012) - 02 BRS Feb 2012.pdf
6.Pengolahan data citra landsat 7 tahun 2003 (diolah BPKH 2013)
7.Ministry of Environment and Forestry 2018
8.1) SKI 2011 (Kemenhut, 2012); 2) Outline SRAP REDD+ Kalbar (tanpa tahun)