West Papua Indonesia
Dominggus Mandacan
Head of Research and Planning Agency
Head of Forestry Agency

Papua Barat (Papua Barat) mencakup dua semenanjung barat pulau New Guinea. Ibukotanya adalah Manokwari, meskipun kota terbesar adalah Sorong, dan sensus 2010 mencatat populasi 760.855. Papua Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat pulau Papua dengan populasi sekitar 1,1 juta jiwa. Luas total sekitar 10,0 juta hektar dimana 10,0 juta hektar hutan dan 1,0 juta hektar adalah lahan gambut

Dengan hutan seluas 90% dari luas wilayah provinsi ini, Papua Barat memiliki beberapa hutan primer yang paling murni di Indonesia. Jenis vegetasi Provinsi Papua Barat terdiri dari (1) Hutan Kering Primer, (2) Hutan Kering Sekunder, (3) Hutan Mangrove Primer, (4) Hutan Mangrove Sekunder, 5) Hutan Rawa Primer, dan (6) Rawa Sekunder Hutan Selama 5 tahun (2006-2011), tingkat degradasi mencapai hampir 600 ribu hektare. Perhitungan stok karbon di atas pada tahun 2009 berjumlah 1.514,79 juta ton dan dilakukan dengan menggunakan metodologi Tier-1 berdasarkan IPCC.
Isu strategis yang diangkat dalam dokumen SRAP (Strategi dan Rencana Aksi Propinsi) mencakup (1) kebijakan konservasi provinsi; (2) Mempercepat pembentukan dan pengoperasian unit pengelolaan hutan (KPH); (3) Mengatasi ketidakpastian hak masyarakat hukum adat; (4) Implementasi paradigma pengelolaan hutan berbasis masyarakat; dan (5) Kebijakan membatasi penjualan kayu bulat ke luar Papua Barat.
Tujuan pelaksanaan Strategi dan Rencana Aksi REDD + di Provinsi Papua Barat adalah (1) Mengurangi degradasi dan deforestasi akibat konversi fungsi lahan hutan dan kawasan hutan; (2) Meningkatkan upaya rehabilitasi lahan terdegradasi dan pengembangan perkebunan masyarakat; dan (3) Memperbaiki tata kelola dan pengelolaan hutan dan lahan melalui pelaksanaan pembangunan Unit Pengelolaan Hutan (KPH).

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Ringkasan

97,024km²
93.3%
+203.8%
2016 - 2017

Demografi

893,362
0.4%
Kategori% 
Pedesaan74.70
Urban25.30
Kelompok% 
Other18.60
Javanese14.76
Arfak9.18
Biak-Numfor7.47
Ayfat6.06
Buginese5.32
Ambonese4.37
Butonese4.13
Baham2.94
Yapen2.49
Mooi2.40
Makassarese2.26
Kei/Evav2.20
Tehit2.12
Toraja1.81
Wandamen1.79
Minahasa1.79
Irahutu1.57
Kokoda1.33
Seram1.26
Inanwatan1.18
Wamesa1.16
Flores1.00
Sundanese0.95
Batak0.95
Ternate0.90

Ekonomi

IDR71.80 T
USD5,967
Kategori% 
Industri pengolahan28.76
Pertambangan & penggalian19.49
Konstruksi13.95
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan10.82
Perdagangan, Hotel & Restoran6.73
Jasa4.83
Transportasi & Komunikasi4.12
70.620
Oil and gas, fish, shrimp, jewelery, wood, metals, cacao

Status Hutan[a]

91,561km²
90,500km²
1,061km²
1,323M MtC
Kategorikm² 
Primary Dry Forest48,607
Secondary Dryland Forests28,335
Primary Swamp Forest6,657
Shrubs3,951
Primary Mangrove Forest3,637
Savannah1,596
Secondary Mangrove Forest1,156
Crops998
Secondary Swamp Forest870
Plantation568
Kategorikm² 
Conservation Areas26,397
Production Forest21,861
Limited Production Forest17,774
Protected forest16,277
Conversion Production Forest14,727
  1. Aktivitas ekstraktif industri pertambangan
  2. Perkebunan
  3. Pembangunan infrastruktur
  4. Aktivitas penebangan liar dan penebangan kayu

Notes

a.Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.

Sources

1.Papua Barat Dalam Angka 2015
2.Papua Barat Dalam Angka 2012, hal. 88, BPS Papua Barat
3.BPS 2016
4.BPS - Statistics Indonesia , 2016
5.West Papua in Number 2015, West Papua Statistic Central Bureau
6.Central Statistic Bureau, Analyzed from SUSENAS 2011-2013
7.Official Statistic Announcement, West Papua Central Statistic Bureau
8.Potret Keadaan Hutan Indonesia 2000-2009 oleh Forest Watch Indonesia
9.Ministry of Environment and Forestry 2018