Central Kalimantan Indonesia
Luas Tanah [1]
153,559 km² 52.2 % Hutan
Tren Deforestasi
0.3 % 2017
Kawasan Hutan Asli [2]
110,328 km²
Kawasan Hutan Saat Ini
80,200 km² 0.561 % dari Total Global
Total Area yang terdebris
30,128 km²
Total Karbon Hutan
1,131 M MtC 0.711 % dari Total Global
Deskripsi

terbentang dengan luasan 153.564 km², Kalimantan Tengah merupakan provinsi terbesar ketiga di Indonesia dan memiliki 13 kecamatan dan 1 kota, 129 kecamatan, 136 kelurahan, 1.344 desa dan 67 Kademangan (Catatan: kelurahan dan desa pada dasarnya adalah dua tingkat pemerintahan daerah yang identik, bekas di kota-kota, yang terakhir digunakan di daerah pedesaan). Provinsi Kalimantan Tengah menjadi anggota penuh kelima di Indonesia GCF pada tahun 2010. Wilayah ini menempati area seluas 153.564 km dengan hanya 2,2 juta orang, menghasilkan kepadatan penduduk yang sangat rendah. Ibukota Provinsi adalah Palangkaraya. Ada 13 kabupaten pemerintah daerah dan 1500 desa dan kota. Secara keseluruhan 67% penduduknya tinggal di daerah pedesaan, dimana desa-desa cenderung didistribusikan di sepanjang 11 sungai besar yang mengalir dari pegunungan pusat ke Laut Jawa. Kelompok etnis terbesar adalah orang Dayak asli, namun ada sejumlah migran resmi dan ekonomi dari Jawa, Bali dan Sulawesi baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Kemiskinan tetap menjadi isu utama terutama di daerah pedesaan karena kesulitan dan biaya transportasi dan komunikasi dan dampaknya terhadap penyampaian layanan manusia dasar. Pendidikan dan pelayanan kesehatan di pedalaman miskin dan ini tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mereka.

Meskipun populasi rendah, Kalimantan Tengah telah mengalami kerusakan lingkungan yang serius dan meluas. Dari tahun 1996 sampai 1999, ini adalah pandangan dari apa yang disebut mega rice project yang berdampak pada satu juta hektar hutan rawa gambut yang dibuka dan 4000 km kanal dibangun. Warisan yang terus berlanjut dari periode ini adalah pengeringan gambut di musim kemarau yang menyebabkan emisi GRK tinggi melalui oksidasi dan melalui kebakaran musim kemarau tahunan. Kalimantan Tengah memiliki sekitar 3 juta hektar lahan gambut, setara dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Selatan. Luasnya dampak pembukaan hutan rawa untuk pertanian dan perkebunan dapat diapresiasi dari gambar hutan yang hanya menunjukkan 865.000 hektar hutan rawa yang tersisa dibandingkan dengan 1,4 juta hektar hutan sekunder dan 1,1 juta hektar lahan semak yang terdegradasi. . Dari daerah asli gambut, 80% terkena bahaya kebakaran musiman atau oksidasi. Pemulihan ekosistem gambut yang rusak merupakan prioritas utama Pemerintah Provinsi dan juga diidentifikasikan sebagai prioritas melalui Inpres.

Pengelolaan hutan yang tersisa di Kalimantan Tengah dapat dilanjutkan dengan diskusi dan perencanaan. 12,6 juta hektar tetap berada di dalam kawasan hutan nasional dengan 2,8 juta lagi untuk kategori penggunaan lahan lainnya. Negosiasi terus menguatkan zonasi lahan hutan, namun perubahan yang diajukan telah meningkatkan proporsi dalam kategori Hutan Lindung dimana perannya dalam peraturan hidrologi dan pengurangan emisi karbon tanah dianggap penting. Kalimantan Tengah telah menerapkan strategi pembangunan rendah karbon sesuai dengan kebijakan nasional. Pada tahun 2010, Kalimantan Tengah dipilih untuk menjadi provinsi percontohan untuk pengembangan REDD + setelah LOI antara Norwegia dan Indonesia. Pada tahun 2005 dibentuk kerangka kebijakan "hijau" yang berevolusi pada tahun 2010 menjadi visi Kalimantan Tengah sebagai "Provinsi Hijau dan Bersih". Provinsi ini merupakan lokasi Proyek Demonstrasi REDD + Hutan Karbon Australia-Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi emisi pada 135.000 hektar lahan gambut yang terdegradasi. Ini juga menjadi tuan rumah sejumlah proyek REDD + investasi swasta lainnya dan merupakan peserta proyek konservasi lintas batas Heart of Borneo.

Informasi tambahan dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Kontak
Wakil
Syahrin Daulay
Provincial Secretary
Wakil
Rawing Rambang Donald Arthemas
Head of Plantation Agency
Gubernur
Sugianto Sabran
Demografi
Penduduk Negara Bagian / Propinsi [3]
2,202,599 0.9 % Penduduk Nasional
Penduduk Urban vs. Pedesaan [4]
Pedesaan 66.54 %
 
Urban 33.46 %
 
Kelompok etnis
Banjarese 24.00 %
 
Other 22.00 %
 
Javanese 18.00 %
 
Ngaju 18.00 %
 
Dayak 10.00 %
 
Bakumpai 8.00 %
 
Ekonomi
PDB Negara Bagian / Provinsi [5]
IDR 126,200,000,000,000
Pendapatan Per Kapita Tahunan [6]
IDR 48,442,060
Indeks Pembangunan Manusia [7]
0.746
PDB [8]
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 28.50 %
 
Perdagangan, Hotel & Restoran 20.80 %
 
Jasa 13.40 %
 
Pertambangan & penggalian 9.60 %
 
Transportasi & Komunikasi 8.20 %
 
Industri pengolahan 7.40 %
 
Konstruksi 5.50 %
 
Ekspor utama [9]
Oils and fats, timber and timber products, ore, steel and coal.
Status Hutan (1)
Jenis Vegetasi Utama
Secondary Dryland Forests 44,062 km²
 
Shrubs 31,424 km²
 
Crops 19,939 km²
 
Secondary Swamp Forest 18,019 km²
 
Plantation 17,315 km²
 
Primary Dry Forest 10,880 km²
 
Gardens / Plantations 1,924 km²
 
Primary Swamp Forest 396 km²
 
Secondary Mangrove Forest 247 km²
 
Primary Mangrove Forest 16 km²
 
Savannah 2 km²
 
Pengelolaan hutan
Production Forest 38,622 km²
 
Limited Production Forest 32,890 km²
 
Conversion Production Forest 25,210 km²
 
Conservation Areas 15,889 km²
 
Protected forest 13,198 km²
 
Tingkat Deforestasi [10]
Pengemudi Deforestasi

Penyebab utama deforestasi adalah penanaman permanen berskala besar (terutama minyak sawit dan hutan tanaman industri) dan pertanian skala kecil. Kebakaran juga merupakan pendorong utama degradasi hutan di provinsi ini.

Notes
(1) Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.
References
[1]
2014, Strategi Daerah REDD+ Kalimantan Tengah
[2]
1973
[3]
BPS,Kalteng dalam angka 2014
[4]
BPS,Kalteng dalam angka 2012
[5]
[6]
BPS, 2016
[7]
[8]
BPS,Kalteng dalam angka 2012
[9]
BPS,Kalteng dalam angka 2012
[10]
Ministry of Environment and Forestry 2018