North Kalimantan Indonesia
Luas Tanah
68,996 km² 85.4 % Hutan
Tren Deforestasi
33.7 % 2017
Kawasan Hutan Asli [1]
65,935 km²
Kawasan Hutan Saat Ini
58,900 km² 0.412 % dari Total Global
Total Area yang terdebris
7,035 km²
Total Karbon Hutan
873 M MtC 0.549 % dari Total Global
Deskripsi

Pendirian melalui UU No. 20 tahun 2012 tanggal 16 November 2012, Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi termuda dan paling utara di Kalimantan, yang memiliki luas tanah 75.467,70 km² dan populasi 666.333. Provinsi ini memiliki satu kota besar (Tarakan) dan dibagi menjadi empat kabupaten: Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Bulungan. Provinsi ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk 3,8% dan kepadatan penduduk 8,83 orang / km² (BPS Katara, 2017). Ibu kota Provinsi Kalimantan Utara terletak di Tanjung Selor, di Kabupaten Bulungan.

Provinsi Kalimantan Utara terletak pada posisi antara 114ᵒ35'22 "- 118ᵒ03'00" Bujur Timur dan antara 1ᵒ21'36 "- 4ᵒ24'55" Lintang Utara. Secara administratif, provinsi Kalimantan Utara berbatasan dengan Utara oleh Malaysia (Sabah), ke timur oleh laut Sulawesi, ke selatan oleh provinsi Kalimantan Timur, dan barat oleh Malaysia (Sarawak).

Geographicall provinsi Kalimantan Utara secara strategis terletak di salah satu rute pelayaran utama Indonesia, yang menghubungkan dengan rute maritim ke Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura dan negara-negara Asia Pasifik lainnya. Lokasi strategis ini memberi peluang bagi provinsi untuk berkembang secara ekonomi melalui kegiatan ekspor-impor dengan negara-negara lain di kawasan ini.

Penggunaan lahan di Provinsi Kalimantan Utara didominasi oleh hutan, dengan luas 6,440,254 ha atau sekitar 90,06% dari total area. Area pertanian tersebar sekitar 1,55% atau 110.751 ha dari total area. Penggunaan lahan hutan negara mendominasi di seluruh distrik, tetapi sebagian besar berada di Kabupaten Malinau. Kondisi geografis provinsi, yang didominasi oleh pegunungan dan perbukitan dengan kemiringan yang curam, sebagian besar digunakan sebagai hutan lindung. Penggunaan lahan pemukiman hanya 19.090 Ha atau 0,27% dari total luas provinsi, dengan permukiman tertinggi di Kabupaten Nunukan.

Hutan memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi perlindungan, konservasi, dan fungsi produksi. Hutan negara diatur oleh pemerintah melalui UU no. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan berdasarkan tiga fungsi utama sebagai Hutan Lindung (HL), Hutan Konservasi (HK) yang dibagi menjadi Kawasan Konservasi Alam (KSA) dan Kawasan Konservasi Alam (KPA), dan Hutan Produksi yang dibagi menjadi Produksi Permanen Hutan), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi Konversi (HPK).

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Kontak
Wakil
Drs. H. Badrun, MSi
Provincial Secretary of North Kalimantan
Wakil
Edy Suharto S. Sos, MT
Head of Provincial Environment Agency
Gubernur
Dr. H. Irianto Lambrie
Demografi
Penduduk Negara Bagian / Propinsi [2]
666,333
Penduduk Urban vs. Pedesaan
Pedesaan 69.20 %
 
Urban 30.80 %
 
Kelompok etnis
Javanese 35.00 %
 
Bugis 23.00 %
 
Dayak 17.00 %
 
Banjarese 14.00 %
 
Kutai 9.00 %
 
Other 2.00 %
 
Ekonomi
PDB Negara Bagian / Provinsi
IDR 77,041,000,000,000
Pendapatan Per Kapita Tahunan [3]
IDR 115,619,367
Indeks Pembangunan Manusia [4]
0.747
PDB
Perdagangan, Hotel & Restoran 27.00 %
 
Transportasi & Komunikasi 13.40 %
 
Konstruksi 13.20 %
 
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 12.20 %
 
Pertambangan & penggalian 11.59 %
 
Industri pengolahan 11.40 %
 
Jasa 11.21 %
 
Ekspor utama
Penambangan, barang-barang manufaktur, dan komoditas
Status Hutan (1)
Jenis Vegetasi Utama [5]
Primary Dry Forest 40,466 km²
 
Secondary Dryland Forests 16,466 km²
 
Secondary Swamp Forest 2,627 km²
 
Agriculture Dry land mixed 2,260 km²
 
Shrubs 1,893 km²
 
Secondary Mangrove Forest 1,579 km²
 
Tambak 1,335 km²
 
Rice fields 171 km²
 
Plantation 98 km²
 
Swamp 74 km²
 
Settlement 51 km²
 
Primary Swamp Forest 13 km²
 
Pengelolaan hutan [6]
Limited Production Forest 22,726 km²
 
Non-Forest Area - Others 13,639 km²
 
Protected forest 10,652 km²
 
Production Forest 10,512 km²
 
Convertible production forest 535 km²
 
Tingkat Deforestasi [7]
Pengemudi Deforestasi [8]

Ada keragaman penyebab deforestasi di Kalimantan Utara, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Deforestasi secara luas disebabkan oleh konversi lahan baik untuk permukiman atau perkebunan. Seringkali pembukaan lahan berhutan terkait dengan pengembangan industri perkebunan, penambangan, pertanian tradisional oleh masyarakat, dll. Berdasarkan penelitian (Cifor, The 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit Live 2016) penyebab utama deforestasi adalah pengembangan industri perkebunan dan kebakaran hutan dan lahan.

Notes
(1) Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.
References
[1]
1973
[2]
BPS 2017
[3]
BPS 2017
[4]
BPS 2017
[5]
Draft RPJMD Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2021
[6]
Draft RPJMD Provinsi Kalimantan Utara 2016-2021
[7]
Ministry of Environment and Forestry 2018
[8]
Cifor, The 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit Live 2016