West Kalimantan Indonesia
Luas Tanah
146,807 km² 41.9 % Hutan
Tren Deforestasi
30.3 % 2017
Kawasan Hutan Asli [1]
70,983 km²
Kawasan Hutan Saat Ini
61,500 km² 0.430 % dari Total Global
Total Area yang terdebris
9,483 km²
Total Karbon Hutan
873 M MtC 0.549 % dari Total Global
Deskripsi

Provinsi Kalimantan Barat mencakup area seluas 147.000 km dan merupakan rumah bagi 4,25 juta orang, termasuk sekitar 3,5 juta orang yang tinggal di daerah pedalaman pedesaannya. Provinsi ini memiliki sejumlah sungai besar, yang terbesar adalah Kapuas yang mengalir dari lahan basah pedalaman Danau Santarum yang spektakuler di wilayah keanekaragaman hayati dikenal sebagai Heart of Borneo. Karena letaknya yang strategis di Asia Tenggara, ibu kota tua Pontianak tumbuh sebagai kota pelabuhan dan juga permukiman lainnya di sepanjang Sungai Kapuas mengandung komunitas perdagangan dari berbagai latar belakang etnis dalam matriks budaya yang didominasi oleh orang Dayak asli yang membentuk 35% dari populasi. Kemiskinan adalah masalah yang signifikan dengan IPM di bawah rata-rata nasional dan pendapatan rata-rata di seluruh Provinsi hanya sebesar USD 627 per tahun.

Pada tahun 2008, PDB untuk Provinsi adalah USD 2,9 juta yang berasal terutama dari industri primer. Sektor kehutanan menyumbang sekitar setengah dari PDB dengan USD1.35 juta lebih lanjut dari sektor pertanian, yang mencerminkan investasi yang kuat pada perkebunan terutama kelapa sawit. Gambut tropis dataran rendah mencakup area seluas 1,7 juta ha dan Konversi lahan hutan pada gambut ke perkebunan dan perkembangbiakan api melalui musim kemarau merupakan faktor historis yang signifikan dalam tingginya tingkat emisi gas rumah kaca dari Provinsi.

Kawasan hutan nasional terdiri dari area seluas sekitar 90.000 km² yang separuh di antaranya dikategorikan sebagai hutan produksi permanen. Hanya 5000 km² hutan produksi yang ditetapkan untuk konversi tetap membuktikan perluasan perkebunan yang cepat di Provinsi. 23.000 km² dikategorikan untuk perlindungan dan 14.500 km² untuk tujuan konservasi di dalam jaringan taman nasional, cagar alam dan suaka margasatwa. Perkiraan stok karbon yang tersisa di hutan ini adalah 1.600 Giga Ton CO₂e, lebih dari setengahnya disita di Hutan Produksi. Emisi karbon dioksida masa depan kemungkinan akan terjadi akibat pembakaran tanah gambut yang telah dikonversi dan degradasi hutan.

Kalimantan Barat telah menjadi anggota GCF sejak didirikan dan telah membentuk Kelompok Kerja REDD di bawah wewenang Gubernur. Pada tahap ini, Propinsi belum memberlakukan undang-undang khusus untuk memfasilitasi REDD dan program perubahan iklim lainnya namun berjalan sesuai dengan undang-undang dan kebijakan nasional yang terkait dengan pengurangan emisi karbon. Provinsi ini menampung beberapa proyek REDD termasuk penilaian tingkat karbon di tingkat desa di Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu, restorasi Ekosistem di atas 90.000 ha di Sungai Putri dan Danau Siawan Belidak bekerja sama dengan FFI. Ada juga proyek REDD FFI / Macquarie Bank dan kegiatan demonstrasi yang didukung oleh Pemerintah Jerman (Kfw-FORCLIM). USAID juga baru saja memulai kegiatan melalui program IFAD di Ketapang. Seperti di tempat lain di provinsi anggota, masih ada kerjasama kerja sama dan kerjasama yang erat antara pemerintah provinsi dan proyek REDD ini.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF .

Kontak
Wakil
Gusti Hardiansyah Machmud
Special Advisor to the Governor
Wakil
Adi Yani
Head of Environmental & Settlement Agency
Gubernur
Sutarmidji
Demografi
Penduduk Negara Bagian / Propinsi [2]
4,477,348 1.9 % Penduduk Nasional
Penduduk Urban vs. Pedesaan [3]
Pedesaan 83.10 %
 
Urban 16.90 %
 
Kelompok etnis
Dayak 33.75 %
 
Malay 33.75 %
 
Chinese 10.01 %
 
Javanese 9.41 %
 
Other 8.58 %
 
Bugis 3.29 %
 
Sundanese 1.21 %
 
Ekonomi
PDB Negara Bagian / Provinsi [4]
IDR 177,500,000,000,000
Pendapatan Per Kapita Tahunan [5]
IDR 36,014,635
Indeks Pembangunan Manusia [6]
69.530
PDB [7]
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 25.05 %
 
Perdagangan, Hotel & Restoran 22.57 %
 
Industri pengolahan 17.97 %
 
Konstruksi 9.97 %
 
Jasa 9.70 %
 
Transportasi & Komunikasi 7.40 %
 
Pertambangan & penggalian 2.04 %
 
Ekspor utama [8]
Rubber and rubber goods, coal and ore, timber and timber products
Status Hutan (1)
Jenis Vegetasi Utama
Dryland Forest 45,925 km²
 
Primary Swamp Forest 13,560 km²
 
Mangrove forest 1,224 km²
 
Water body 89 km²
 
Swamp 60 km²
 
Pengelolaan hutan
Natural Forest 23,109 km²
 
Limited Production Forest 21,324 km²
 
Ordinary Production Forest 21,274 km²
 
Forest National Park 12,442 km²
 
Conversion Production Forest 1,972 km²
 
Nature Reserve 1,909 km²
 
Forest of Nature Reserve 1,538 km²
 
Nature Tourism Forest 313 km²
 
Tingkat Deforestasi [9]
Pengemudi Deforestasi [10]

1 - Kebakaran

2 - Penebangan liar dan konversi lahan hutan

3 - Kliring untuk perkebunan kelapa sawit

Notes
(1) Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.
References
[1]
Pengolahan data citra landsat 7 tahun 2003 (diolah BPKH 2013)
[2]
Kalbar dalam Angka, hal.82 (BPS, 2012)
[3]
Kalbar dalam Angka, hal.82 (BPS, 2012)
[4]
BPS 2016
[5]
BPS 2016
[6]
Kalbar dalam Angka, hal.429 (BPS, 2012)
[7]
Kalbar dalam Angka, hal.397 (BPS, 2012)
[8]
Berita Resmi Statistik Provinsi Kalbar 07/02/61/Th. XV, 1 Februari 2012, hal.1 (BPS, 2012) - 02 BRS Feb 2012.pdf
[9]
Ministry of Environment and Forestry 2018
[10]
1) SKI 2011 (Kemenhut, 2012); 2) Outline SRAP REDD+ Kalbar (tanpa tahun)