Luas Tanah
97,024 km² 93.3 % Hutan
Tren Deforestasi
203.8 % 2017
Kawasan Hutan Asli [1]
91,561 km²
Kawasan Hutan Saat Ini
90,500 km² 0.633 % dari Total Global
Total Area yang terdebris
1,061 km²
Total Karbon Hutan
1,323 M MtC 0.832 % dari Total Global
Deskripsi

Papua Barat (Papua Barat) mencakup dua semenanjung barat pulau New Guinea. Ibukotanya adalah Manokwari, meskipun kota terbesar adalah Sorong, dan sensus 2010 mencatat populasi 760.855. Papua Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat pulau Papua dengan populasi sekitar 1,1 juta jiwa. Luas total sekitar 10,0 juta hektar dimana 10,0 juta hektar hutan dan 1,0 juta hektar adalah lahan gambut

Dengan hutan seluas 90% dari luas wilayah provinsi ini, Papua Barat memiliki beberapa hutan primer yang paling murni di Indonesia. Jenis vegetasi Provinsi Papua Barat terdiri dari (1) Hutan Kering Primer, (2) Hutan Kering Sekunder, (3) Hutan Mangrove Primer, (4) Hutan Mangrove Sekunder, 5) Hutan Rawa Primer, dan (6) Rawa Sekunder Hutan Selama 5 tahun (2006-2011), tingkat degradasi mencapai hampir 600 ribu hektare. Perhitungan stok karbon di atas pada tahun 2009 berjumlah 1.514,79 juta ton dan dilakukan dengan menggunakan metodologi Tier-1 berdasarkan IPCC.

Isu strategis yang diangkat dalam dokumen SRAP (Strategi dan Rencana Aksi Propinsi) mencakup (1) kebijakan konservasi provinsi; (2) Mempercepat pembentukan dan pengoperasian unit pengelolaan hutan (KPH); (3) Mengatasi ketidakpastian hak masyarakat hukum adat; (4) Implementasi paradigma pengelolaan hutan berbasis masyarakat; dan (5) Kebijakan membatasi penjualan kayu bulat ke luar Papua Barat.

Tujuan pelaksanaan Strategi dan Rencana Aksi REDD + di Provinsi Papua Barat adalah (1) Mengurangi degradasi dan deforestasi akibat konversi fungsi lahan hutan dan kawasan hutan; (2) Meningkatkan upaya rehabilitasi lahan terdegradasi dan pengembangan perkebunan masyarakat; dan (3) Memperbaiki tata kelola dan pengelolaan hutan dan lahan melalui pelaksanaan pembangunan Unit Pengelolaan Hutan (KPH).

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Platform Dampak GCF.

Kontak
Wakil
Charlie Heatubun
Head of Provincial Research and Development Agency
Wakil
Fredrik Hendrik Runaweri
Head of Forestry Agency
Gubernur
Dominggus Mandacan
Demografi
Penduduk Negara Bagian / Propinsi [2]
893,362 0.4 % Penduduk Nasional
Penduduk Urban vs. Pedesaan [3]
Pedesaan 74.70 %
 
Urban 25.30 %
 
Kelompok etnis
Other 18.60 %
 
Javanese 14.76 %
 
Arfak 9.18 %
 
Biak-Numfor 7.47 %
 
Ayfat 6.06 %
 
Buginese 5.32 %
 
Ambonese 4.37 %
 
Butonese 4.13 %
 
Baham 2.94 %
 
Yapen 2.49 %
 
Mooi 2.40 %
 
Makassarese 2.26 %
 
Kei/Evav 2.20 %
 
Tehit 2.12 %
 
Toraja 1.81 %
 
Minahasa 1.79 %
 
Wandamen 1.79 %
 
Irahutu 1.57 %
 
Kokoda 1.33 %
 
Seram 1.26 %
 
Inanwatan 1.18 %
 
Wamesa 1.16 %
 
Flores 1.00 %
 
Batak 0.95 %
 
Sundanese 0.95 %
 
Ternate 0.90 %
 
Ekonomi
PDB Negara Bagian / Provinsi [4]
IDR 71,800,000,000,000
Pendapatan Per Kapita Tahunan [5]
USD 5,967
Indeks Pembangunan Manusia [6]
70.620
PDB [7]
Industri pengolahan 28.76 %
 
Pertambangan & penggalian 19.49 %
 
Konstruksi 13.95 %
 
Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 10.82 %
 
Perdagangan, Hotel & Restoran 6.73 %
 
Jasa 4.83 %
 
Transportasi & Komunikasi 4.12 %
 
Ekspor utama [8]
Oil and gas, fish, shrimp, jewelery, wood, metals, cacao
Status Hutan (1)
Jenis Vegetasi Utama
Primary Dry Forest 48,607 km²
 
Secondary Dryland Forests 28,335 km²
 
Primary Swamp Forest 6,657 km²
 
Shrubs 3,951 km²
 
Primary Mangrove Forest 3,637 km²
 
Savannah 1,596 km²
 
Secondary Mangrove Forest 1,156 km²
 
Crops 998 km²
 
Secondary Swamp Forest 870 km²
 
Plantation 568 km²
 
Pengelolaan hutan
Conservation Areas 26,397 km²
 
Production Forest 21,861 km²
 
Limited Production Forest 17,774 km²
 
Protected forest 16,277 km²
 
Conversion Production Forest 14,727 km²
 
Tingkat Deforestasi [9]
Pengemudi Deforestasi
  1. Aktivitas ekstraktif industri pertambangan
  2. Perkebunan
  3. Pembangunan infrastruktur
  4. Aktivitas penebangan liar dan penebangan kayu
Notes
(1) Karena pendekatan metodologis dan tahun dasar yang berbeda, bidang data Status Hutan mungkin sedikit berbeda. Sumber data untuk setiap bidang tercantum di bawah ini.
References
[1]
Potret Keadaan Hutan Indonesia 2000-2009 oleh Forest Watch Indonesia
[2]
Papua Barat Dalam Angka 2015
[3]
Papua Barat Dalam Angka 2012, hal. 88, BPS Papua Barat
[4]
BPS 2016
[5]
BPS - Statistics Indonesia , 2016
[6]
Central Statistic Bureau, Analyzed from SUSENAS 2011-2013
[7]
West Papua in Number 2015, West Papua Statistic Central Bureau
[8]
Official Statistic Announcement, West Papua Central Statistic Bureau
[9]
Ministry of Environment and Forestry 2018